YutoJP

Perjalanan Saya Mencari Sewa Rumah Bagus di Jepang

05/05/2026
2
Perjalanan Saya Mencari Sewa Rumah Bagus di Jepang
Daftar Isi
Setelah menerima kunci, saya baru bisa bernapas lega. Hari-hari penuh kebingungan mencari apartemen akhirnya selesai.

Proses menyewa apartemen kali ini lumayan sulit, karena bertepatan dengan musim pindahan yang sibuk dan kriteria yang saya tetapkan cukup rumit. Di artikel ini, saya ingin berbagi cerita tentang perjalanan saya mencari dan menyewa apartemen idaman di Jepang.
 
Perjalanan Saya Mencari Sewa Rumah Bagus di Jepang

Mencari Apartemen di Aplikasi Suumo

Bagi kalian yang tinggal di Jepang pasti sudah tidak asing lagi dengan aplikasi Suumo. Ini adalah platform pencarian properti terbesar di Jepang. Biasanya, setelah menemukan apartemen yang cocok di aplikasi dan mengirimkan pesan, agen properti akan menghubungi kembali untuk mengatur jadwal survei lokasi atau mengundang Anda ke kantor mereka untuk mencari opsi lain.

Pencarian kali ini terasa menantang karena kriteria yang saya inginkan cukup spesifik, sehingga sangat sedikit apartemen di aplikasi yang sesuai dengan selera saya.

Kriteria saya: Apartemen harus dekat dengan stasiun JR Chuo Line (pusat kota), jarak jalan kaki kurang dari 10 menit dari stasiun, tipe 1LDK/2DK dengan luas 40 m² ke atas, struktur beton bertulang agar kedap suara, usia bangunan di bawah 15 tahun, memiliki balkon, serta kamar mandi dan toilet terpisah, dan lain-lain...

Selain itu, ada beberapa syarat tambahan: Unit harus berada di lantai atas, tiga sisi tidak berdempetan dengan tetangga, dan memiliki banyak jendela kaca untuk memastikan pemandangannya bagus dari dalam ruangan karena saya lebih banyak bekerja secara online dan butuh pemandangan (*view*) yang menyegarkan. Apartemennya harus menghadap ke barat agar sesuai dengan fengshui saya, serta punya jendela yang menghadap ke selatan agar bisa mendapatkan sinar matahari sepanjang tahun.


Dengan kriteria seketat itu, wajar jika sangat sedikit apartemen yang memenuhi syarat. Terlebih lagi, menjelang bulan April adalah masa persiapan dimulainya tahun ajaran atau tahun fiskal baru, sehingga banyak sekali orang yang mencari tempat tinggal. Akibatnya, setiap kali saya menemukan unit yang pas dan menghubungi agen, selalu saja diinfokan bahwa apartemen tersebut sudah ada yang mendaftar duluan.

Pengalaman saya, carilah opsi sebanyak mungkin dan hubungi banyak pihak. Jangan hanya bergantung pada satu agen properti saja. Lebih baik menjalin komunikasi dengan berbagai kantor agen agar mendapatkan lebih banyak pilihan.

Setelah Menemukan Apartemen Idaman di Aplikasi Suumo

Setelah berhari-hari menelusuri aplikasi Suumo, akhirnya saya menemukan sebuah apartemen yang menurut saya sempurna, tidak ada kekurangannya sama sekali, dan memenuhi seluruh syarat yang saya impikan. Belum lagi lokasinya yang berada di area pertokoan yang sibuk, sangat praktis, dan setiap kali melangkah keluar pintu, saya bisa langsung melihat hiruk-pikuk orang berlalu-lalang—sangat cocok bagi saya yang kurang menyukai suasana terlalu sepi dan sendirian.




Segera setelah itu, saya langsung menghubungi pihak agen properti dan mengatur jadwal untuk melihat langsung unitnya keesokan harinya.

Mengunjungi Kantor Agen Properti untuk Diskusi Lebih Lanjut

Sambil menunggu waktu survei apartemen incaran tersebut, saya juga menyempatkan diri mampir ke beberapa agen properti lain. Firasat saya, apartemen sebagus itu kemungkinan besar sudah ada yang mendaftar mendahului saya.

Saking rumitnya permintaan yang saya ajukan, sekitar 4-5 agen properti pertama sampai angkat tangan dan kesulitan menemukan unit yang masih kosong. Kalaupun ada, belum tentu diperbolehkan untuk disewa oleh orang asing. Saya sendiri cukup percaya diri dengan profil lamaran saya, tapi di Jepang memang cukup banyak pemilik rumah yang membatasi penyewa asing, atau kalau tidak, unitnya sudah didaftar duluan oleh orang lain, atau harganya menembus di atas 200.000 Yen (sekitar Rp 21 jutaan) 😂

Naiken (内見) - Survei Langsung ke Apartemen Idaman

"Naiken" berarti petugas agen properti akan menemani Anda masuk dan mengecek kondisi apartemen yang Anda inginkan. Sayangnya, tidak semua rumah bisa disurvei (naiken), misalnya ketika penyewa sebelumnya masih belum pindah keluar.

Saat petugas agen mengantar saya masuk untuk melihat apartemen yang saya pilih tersebut, saya sungguh tidak menemukan cela apa pun. Unit ini sudah memiliki area kerja yang terang dan lega dengan pemandangan apik dari lantai atas, dan menakjubkannya lagi, dari balkon saya bisa melihat langsung Gunung Fuji! Tanpa pikir panjang, saya langsung mengisi formulir pendaftaran saat itu juga.


Biaya Sewa Bulanan dan Biaya Awal

Apartemen ini memang sangat cantik dan serba praktis. Letaknya di pinggir jalan raya, dekat stasiun, pokoknya segalanya luar biasa. Namun, biayanya cukup mahal. Biaya sewa bulanannya mencapai 160.000 Yen (sekitar Rp 16,8 jutaan), sedangkan biaya awalnya menelan 750.000 Yen (sekitar Rp 78,7 jutaan).

Saya sempat galau dan ragu, mengingat untuk orang yang hidup sendiri, tidak ada keharusan untuk menyewa rumah sebesar dan semahal itu. Tapi setelah saya pikir-pikir, rumah adalah ruang tempat kita tinggal. Jika ruangannya lega dan nyaman, maka hari demi hari akan terlewati dengan perasaan bahagia dan menyegarkan. Belum lagi urusan pindah rumah yang selalu melelahkan dan menguras dompet, jadi mending saya langsung sewa jangka panjang saja. Siapa tahu suatu saat nanti ketika saya sudah berkeluarga dan memiliki anak, hunian ini masih sangat layak dan lega untuk ditinggali tiga orang.

Apartemen Baru Saya

Akhirnya, setelah melewati serangkaian proses pencarian apartemen, masa-masa cemas menunggu hasil pengajuan, hingga rasa lelah saat beres-beres pindahan, saya berhasil mewujudkan ruang pribadi impian saya 🤗

Saya memilih dekorasi warna bernuansa putih dan biru muda sebagai tema utamanya, agar ruangan senantiasa terlihat terang dan sejuk. Semua perabotan serta barang lama juga telah saya ganti baru dengan serba warna putih untuk menghadirkan kesan cerah demi memulai fase kehidupan baru.

Sebagai tipe orang yang amat memprioritaskan kebersihan dan kerapian, setiap kali saya pulang ke rumah setelah bepergian, rasanya selalu lega dan nyaman. Area dalam apartemen ini senantiasa terang benderang, dan dari sudut mana pun saya bisa menikmati pemandangan ke arah luar. Ditambah dengan keunggulan 3 sisi dindingnya yang tidak bersinggungan dengan tetangga, letaknya di lantai atas, dan dindingnya pun kedap suara, di siang hari saya bisa bersantai sembari memutar musik sepanjang hari 🥰





Selain itu, saya juga menyempatkan diri mengumpulkan referensi dan menata beberapa pot tanaman serta vas bunga di dalam ruangan agar rumah terasa lebih asri dan hidup.

Perjalanan Saya Mencari Sewa Rumah Bagus di Jepang




Demikianlah sedikit cerita dari proses perjalanan saya berburu dan menyewa apartemen ideal di Jepang. Semoga teman-teman yang juga sedang mencari tempat tinggal diberi kelancaran untuk segera menemukan apartemen idamannya 🤗

Perjalanan Saya Mencari Sewa Rumah Bagus di Jepang
Spot bersantai saya saat turun salju 😁

Produk

オフィスチェア

オフィスチェア

人間工学デザイン

オープンシェルフラック

オープンシェルフラック

幅40奥行き30高さ136cm 4段ラック 収納棚 引き出し付き


Kata kunci terkait

Jika artikel ini bermanfaat, silakan bagikan
Le Minh Thien Toan

Penulis:Yuto

Halo semuanya. Saya adalah engineer IT yang bekerja di Jepang. Saya membuat blog ini untuk berbagi tentang kehidupan dan pengalaman selama belajar dan bekerja.
Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda.

Komentar

Belum ada komentar
Beri komentar dan dapatkan notifikasi saat ada balasan

Silakan masuk untuk berkomentar

Masuk